Bola Plastik Masih Sama

s_1898610_bola_8_tutulSore ini cerah walaupun anginnya gede (anginnya gede seperti apa yah? :p) tak seperti biasanya. Seperti hari-hari kemarin hujan selalu saja turun dari sore bahkan sampai malam.

Main bola karena keinginan. Sore ini. Tidak pernah kulakukan lagi, sesering dulu, waktu kecil. Bola plastik dan lapangan Badminton di pinggir jalan. Lapangan Badminton itu masih ada sama seperti dulu saat bermain. Continue reading

Alternatif

Arus globalisasi yang semakin tidak terbendung. Seolah kita mau tidak mau terseret oleh arus tersebut. Tapi kenyataannya kemampuan kita yang tidak mumpuni membuat kita terlempar dan terbuang. Seolah jaman ini tidak berpihak kepada kita. Kita yang baru lulus SMA/SMK/Sederajat harus bersaing dengan mereka para sarjana bertitel yang lebih baik dari kita.

Hari ini telah tiba, jaman telah berganti dengan seiring waktu. Ketika asa telah sirna dengan kenyataan yang mengharapkan. Ya, harapan itu selalu ada. Seolah kita selalu dan sering mendengar perkataan sang bijak: Selalu ada jalan bagi mereka yang ingin berusaha dan bagi sang pembuat jalan selalu ada untuk tempat berbagi. Continue reading

Tekanan

Siang itu

“Ma, beliin Playstation dong!” Ijal merengek sambil berteriak di ruang tamu, setelah habis pulang sekolah.

Masih pukul sebelas siang. Keheningan suasana rumah bapak Kasman pecah oleh lolongan Ijal yang membuyarkan semua.

“Ma, ma, mama, ih! Beliin Ijal mainan Playstation kaya yang punya Bambang.” Ijal terus merengek sembari melemparkan sepatu dan juga tas di sembarang tempat. Continue reading